Tirakatan malam satu suro , melestarikan ajaran sakral SH TERATE ,Kapolsek semen hadir bersama jajarannya.
Cakrabimantara mediane SH TERATE

Kab.Kediri// Tirakat malam 1 Suro adalah tradisi spiritual masyarakat Jawa untuk menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharam) dengan melakukan introspeksi diri (mulat sarira), memohon keselamatan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tuguran dan Lek-lekan: Berdiam diri, merenungkan kesalahan di masa lalu, dan memohon perlindungan untuk tahun yang akan datang dengan tidak tidur semalaman(15/06/23)Senin
Satu Suro adalah hari pertama dalam penanggalan kalender Jawa, yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah (Tahun Baru Islam) Dicetuskan oleh Sultan Agung pada abad ke-17 sebagai akulturasi budaya, malam ini sangat disakralkan dan diisi dengan introspeksi, ritual pembersihan diri, dan kirab pusaka.
Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate / PSHT) Ranting semen di bawah pimpinan kangmas Rifai pada malam satu Suro diwujudkan melalui kegiatan tirakatan, doa bersama, menuju pengesahan warga baru (wisuda) aman terkondinir, Tradisi ini melambangkan proses mesu budi (pengendalian diri), mempererat persaudaraan, dan refleksi spiritual agar anggotanya menjadi manusia berbudi luhur.Berikut adalah bentuk pelestarian SH Terate pada malam satu Suro
Tradisi Malam Tirakatan Warga dan siswa ranting semen berkumpul di rayon pohrobuh.Mengadakan doa bersama untuk keselamatan organisasi dan bangsa.Merenungkan perjalanan hidup dan memperkuat spiritualitas. Ritual Pengesahan Warga BaruMenjalankan prosesi sakral pengesahan warga atau pendekar baru.Prosesi ini merupakan regenerasi untuk menjaga identitas budaya SH Terate.Penanaman nilai-nilai luhur dan ajaran budi pekerti.
" tepo sliro ,saling asah asuh asih salam menjaga nilai nilai persaudaraan kusus nya di ranting semen " kangmas Suripto menututurkan
Kegiatan Ngangklang atau Jilid MalamTradisi mengelilingi lingkungan sekitar secara bersama-sama dalam keheningan.Dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan menjaga ketertiban wilayah. Pelestarian Budaya dan Spiritualisme Jawa Menggunakan kelengkapan tradisional seperti bubur Asyuro dan kembang telon (bunga tiga warna).Menghayati falsafah Memayu Hayuning Bawono, yakni menyebarkan kebaikan bagi alam semesta.
Di hadiri pula bapak Kapolsek semen
AKP SONNY SETIAWAN, S.Tr.K, S.I.K, M.Si. menyampaikan ke awak media"semoga lancar aman dan damai ,seluruh kegiatan nya tepat akurat mematuhi aturan yang di sampaikan dari pihak kepolisian"
Di mulai jam 19.22Wib sampai batas jam 22.00wib Dengan menjaga Kamtibmas ,menaati instruksi dari kepolisian sektor semen menyampaikan kegiatan tersebut di laksanakan lebih awal ,meski tidak di adakan giat melekan dan ngangklang acara tersebut berjalan dengan khidmat .
Ketua pamter mas mono shorengpati dengan di bantu anggota Polsek semen memastikan kegiatan tersebut kondusif ,aman dan nyaman .
"semoga pamter ranting semen kedepannya semakin solid dalam menjaga setiap kegiatan di ranting semen"ucap ketua pamter shorengpati
Dalam kegiatan ini ketua ranting semen juga menyampaikan ke awak media cakrabimantara "adik adik calon warga setelah selesai kegiatan ini mampu membawa diri tidak terpengaruh dalam hal negatif ."ucap kangmas Mohamat rifai Yahya SPD.gr
"adik adik lebih mantap lagi dan bersih jiwanya menyongsong pengesahan ,
Menjadikan adik adik ini bisa berbudi luhur tau benar dan salah " menambahkan
(Moza)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)