
Magetan — Proses penjaringan perangkat desa di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan pada senin 22 Desember 2025, yang sebelumnya berjalan kondusif, sempat diwarnai kegaduhan usai pengumuman hasil seleksi pada Senin siang.
Sejumlah pemuda diduga membuat onar dengan menggeber-geber sepeda motor di depan Kantor Desa Simbatan serta tidak memakai baju, di sekitar rumah salah satu calon yang dinyatakan tidak lolos seleksi. Aksi tersebut disertai suara knalpot bising yang dinilai mengganggu ketenangan warga.
Situasi semakin memanas ketika tiga orang pemuda menggeber kendaraannya di depan rumah salah satu calon peserta seleksi. Aksi tersebut diduga bersifat provokatif dan membuat pihak yang bersangkutan merasa tidak nyaman serta dirugikan.
Menurut keterangan warga setempat, kegaduhan itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, bertepatan dengan jam istirahat siang, sehingga sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga sekitar.
“Saya sangat merasa terganggu dengan aksi arogansi orang-orang tadi, Mas. Bukannya dijaga kondusivitasnya, malah terkesan memprovokasi. Dugaan saya, tadi mereka dalam kondisi mabuk,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain menyoroti aksi kegaduhan tersebut, sejumlah pihak juga mempertanyakan hasil seleksi perangkat desa yang dinilai tidak realistis. Pasalnya, terdapat selisih nilai yang cukup jauh ( mendekati sempurna) antara calon yang dinyatakan lolos dengan calon yang tidak lolos seleksi, sehingga memunculkan dugaan manipulatif nilai antar peserta lainya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penjaringan maupun pihak pemerintah desa terkait serta Camat, insiden kegaduhan serta tanggapan atas penilaian hasil seleksi tersebut. Warga berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca-pengumuman hasil penjaringan perangkat desa. ( Red/Tim)







