
Aksi tabur bunga, menuntut keadilan,warga psht geruduk pengadilan negeri kabupaten kediri
Cakra Bimantara.com //Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi tabur bunga dan menuntut keadilan atas meninggalnya siswa PSHT Kediri yang diduga akibat pengeroyokan. Kegiatan ini digelar di depan pengadilan negeri kabupaten kedirii . Rabu (14/05)
Sedikitnya 200 hingga 300 anggota dalam kegiatan tersebut juga mendesak kepada aparat penegak hukum agar menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan dan adil.
Hari ini majelis hakim memutuskan, pelaku penendangan mendapatkan hukuman tiga tahun enam bulan penjara di tambah mengikuti pekerjan di dinas tenaga kerja dan pelaku yang membawa sepeda montor /yang membonceng sang penendang mendapakat kan hukuman satu tahun penjara dan mengikuti pekerjaan di dinas tenaga kerja.
Dan tersangka yang lain hanya mendapat hukuman mengikuti perkerjaan di dinas tenaga kerja.
Di nilai hukuman terlalu ringan , seluruh anggota psht yang datang gemuruh tidak terima.
Salah satu anggota psht yang datang tidak mau di sebut namnya berkata ” Hukuman apa, gak sebanding dengan harga nyawa saudara kami, keadilan macam apa ini, ini soal nyawa. “
“Apa karena uang ,hukuman mereka bisa seringan itu, sama sekali tidak adil” Imbuhnya

Akshon lawyer dari psht membakar semangat seluruh warga psht yang datang “kita kawal terus kasus ini saudara , kita ikuti terus”
Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari untuk banding
Tetap tenang dan jangan gegabah, saudara kita sebagai lawyer sedang memperjuangan keadilan bagi kita semua warga PSHT
(RED)






