
Parade Keroncong Jawa Timur Kembali Digelar di Magetan, Perkuat Agenda Pelestarian Budaya dalam Calendar of Events
Magetan.cakrabimantara.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam merawat sekaligus menghidupkan denyut seni budaya nusantara kembali diteguhkan melalui penyelenggaraan Parade Keroncong Jawa Timur. Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Calendar of Events daerah ini diikuti sedikitnya 16 grup keroncong terbaik se-Jawa Timur, sekaligus menjadi etalase kekayaan musikal tradisional yang sarat nilai historis dan estetika.
Parade Keroncong tidak semata diposisikan sebagai ajang pertunjukan, melainkan juga ruang apresiasi dan afirmasi terhadap eksistensi musik keroncong di tengah arus modernisasi. Dari seluruh peserta yang tampil, panitia akan menetapkan lima grup terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kualitas artistik dan interpretasi musikal yang ditampilkan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PAMORI (Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan Joko Trihono, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yok Sujarwadi, S.STP., serta Ketua Dewan Kesenian Magetan Agung WHS. Acara kian semarak dengan kehadiran bintang tamu nasional, seperti Riang Gembira dari Sidoarjo, Tuti Maryati, dan Maharani Kahar dari Jakarta, bersama para peserta parade dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Yok Sujarwadi, S.STP., menegaskan bahwa Parade Keroncong Jawa Timur merupakan momentum strategis dalam upaya pelestarian seni dan budaya daerah, khususnya musik keroncong yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada dimensi kompetisi semata, melainkan berkembang menjadi wahana silaturahmi, transfer pengetahuan, serta ruang regenerasi bagi para pelaku seni keroncong di Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Magetan, Joko Trihono, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi pada Sabtu (13/12/2025) di sela kegiatan Festival Plaza Ndoyo sekaligus Launching Calendar of Events 2026, menegaskan bahwa Parade Keroncong Jawa Timur yang digelar bersama PAMORI akan diagendakan sebagai agenda tahunan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan parade ini juga menjadi bagian dari penguatan branding daerah melalui slogan “Magetan Ngangeni”. Slogan tersebut mengandung makna filosofis bahwa Magetan adalah daerah yang selalu dirindukan, membekas dalam ingatan, dan menumbuhkan hasrat untuk kembali berkunjung.
Citra “Magetan Ngangeni” merepresentasikan kekayaan Magetan secara utuh, mulai dari potensi alam seperti Gunung Lawu dan embun pagi, warisan budaya berupa keris dan Jalak Lawu, hingga kekayaan kuliner, kerajinan, serta keramahan masyarakatnya. Slogan ini resmi diluncurkan oleh Disbudpar Kabupaten Magetan pada akhir 2024 sebagai strategi promosi daerah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, tidak semata bertumpu pada destinasi wisata Sarangan, melainkan mencakup seluruh potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Magetan.(GN).


