
Cakrabimantara.com//Kediri, 29 Agustus 2025 – Dugaan penipuan dan penggelapan mencuat di Kota Kediri, melibatkan oknum LSM “Rekan Indonesia” bernama Bagus Romadhon dan Heru Israwan. Korban, Dadang Hadi Purnomo, mengaku menjadi sasaran modus yang menjanjikan kelulusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025 di sekolah favorit.
Menurut pengakuan Dadang, awalnya ia diminta membayar Rp 1 juta secara tunai dan Rp 9 juta melalui transfer kepada Bagus Romadhon, dengan bantuan perantara Heru Israwan, agar anaknya diterima di SMAN 2 Kota Kediri. Tidak berhenti di situ, seorang teman Dadang juga tergiur janji serupa untuk SMAN 8, dengan biaya transfer Rp 13 juta, diiming-imingi “1000% pasti diterima.”
Ironisnya, hingga masa MPLS dimulai, anak-anak korban belum juga diterima di sekolah yang dijanjikan. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp hanya dibalas dengan santai, “Tenang ae, anakmu pasti masuk, gak usah mikir MPLS,” kata Bagus Romadhon.
Ketika uang yang diberikan dipertanyakan, Bagus menjanjikan pengembalian secara utuh, namun hingga kini tidak terealisasi. Frustrasi dengan kondisi tersebut, Dadang akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Kediri Kota dengan dugaan penipuan dan penggelapan.
Kasus ini mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap janji “jalur pintas” masuk sekolah favorit yang diklaim melalui pihak ketiga, termasuk oknum LSM. Polisi kini tengah menindaklanjuti laporan tersebut untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang merugikan puluhan juta rupiah ini.(red)






